Tari Rampak Gedruk Buto, Gambaran Kemarahan Raksasa

Tari Rampak Gedruk Buto, atau yang sering disebut sebagai Tari Rampak Buto, merupakan salah satu babak dari kesenian Jathilan, dengan penggunaan musik yang sama. Tarian ini berasal dari Kota Magelang dan berkembang di sejumlah daerah Jawa Tengah seperti Yogyakarta dan juga Semarang. Melalui gerakan hentakan kaki dan kelincahannya, tarian ini menggambarkan kemarahan raksasa atau buto, yang membuatnya nampak sehebat manusia.
Jathilan sendiri merupakan kesenian yang lama dikenal masyarakat Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah, yang juga dikenal dengan nama kuda lumping, kuda kepang atau jaran kepang. Secara kata, Jathilan berasal dari kalimat bahasa Jawa 'jaranne jan thil-thilan tenan', yang artinya 'kudanya benar-benar berjoget tidak beraturan'. Hal ini karena kesenian ini menggabungkan unsur magis dan para penarinya bisa kerasukan. Nah, tari rampak buto ada agar pertunjukan Jathilan lebih menari dan meriah.
Tidak ada komentar: